Pabrik Baru Tempo Scan Produksi Susu vidoran Xmart

25 Juni 2014

(Surabaya, 19 Juni) - PT. Tempo Scan Pacific, Tbk.("Tempo Scan") melalui salah satu anak perusahaannya PT.Kian Mulia Manunggal meresmikan pabrik baru ("Pabrik KMM"), Kamis, 19 Juni 2014 yang terfetak di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut ("SIER") Surabaya, Jawa Timur. Pabrik KMM diresmikan oleh Ir. Roy A Sparringa, M.App.Sc,PhD — Kepala Badan POM Republik Indonesia disaksikan Handojo S Muljadi selaku Presiden Direktur Tempo Scan.

Handojo S Muljadi menjelaskan, "Pembangunan Pabrik KMM dilandasi oleh niat luhur dan Tempo Scan untuk berperan serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia, melalui pengadaan produk susu formula bayi dan susu pertumbuhan anak yang berkualitas tinggi dengan standard keamanan yang balk namun dengan harga yang terjangkau".

"Tempo Scan juga telah berpengalaman selama 44 tahun dalam memproduksi produk­ produk farmasi dan suplemen kesehatan yang bermutu seperti bodrex, vidoran, hemaviton, Neo rheumacyl, bodrexin, Oskadon, Contrexyn dan lain-lain, dimana Tempo Scan telah menerapkan proses produksi dan pengawasan mutu yang memenuhi standard Cara Pembuatan Obat yang Balk ("CPOB"), pengalaman tersebut menjadi bekal Tempo Scan untuk berpartisipasi dalam industri susu formula bayi dan susu pertumbuhan anak yang dimana hingga kini peran serta dan perusahaan swasta nasional masih sangat minim, sehingga masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan Multi Nasional, padahal jumlah bayl yang lahir antara 4,5 hingga 5 juta jiwa per tahun ditambah jumlah populasi anak balita usia 1 hingga 4 tahun yang berjumlah lebih dan 19 juta jiwa", jelas Handojo.

"Terkait dengan keadaan tersebut Tempo Scan mengajak agar pemenintah melaksanakan Gerakan Nasional Susu Rakyat (GNSR), yaitu sebuah gerakan penyediaan susu bernutrisi sebagal asupan gizi alternatif untuk balita (usia 0—4 tahun) dan anak-anak pra sekolah (usia 5-6 tahun) yang saat ml berjumlah total sekitar 34 juta jiwa dengan harga jual yang terjangkau dibandingkan dengan produk sejenis yang saat ini tersedia di pasaran, namun demikian kami juga tetap mengedepankan pentingnya pernberian ASI oleh para ibu sesuai dengan program pemerintah. Mudah-mudahan pemenintah yang baru mau menyambut GNSR secara positif dan mendukung pengembangan budi daya ternak sapi perah di dalam negeri, sehingga Indonesia bisa berubah dan negara yang saat ini defisit susu dan masih mengimpor 70% dan kebutuhan susu untuk konsumsi dalam negeri, menjadi negara surplus susu di masa mendatang", tambah Handojo.

Lebih lanjut Handojo mengatakan, "Pabrik KMM ini merupakan tahap awal dan rencana perluasan usaha Tempo Scan dan pabrik tersebut dilengkapi dengan teknologi mesin modern dan otomatis, proses pembuatannya pun menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) & Hazard Analize Critical Control Point (HACCP), yang dirancang untuk dapat memproduksi sekitar 15 ribu ton susu bubuk per tahun antara lain produk susu formula bayi dengan merek vidoran MY BABY dan susu pertumbuhan anak dengan merek vidoran Xrnart yang pembangunannya akan dilakukan secara bertahap". Setelah Pabrik KMM tersebut beroperasi maka Tempo Scan dalam kurun waktu 6 bulan mendatang juga akan mengoperasikan pabrik susu cair (UHT) dengan kapasitas 26 ribu ton per tahun.

Pada acara yang sama, Linda Lukitasari selaku Direktur Tempo Research menjelaskan," susu vidorari Xmart ini selain mengandung cod liver oil, vitamin, mineral, asam amino juga diperkaya dengan Inulin yang merupakan serat pangan larut yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga, Asam Linoleat dan asam Linolenat, yaitu asam lemak essensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak”. “Susu vidoran MY BABY dan Susu vidoran Xmart merupakan hasil produksi dalam negeri dengan sertifikat halal dan MUI serta formulasi produk sesuai standar nasional (BPOM) maupun internasional (Codex Alimentarius)".

Sementara itu, Adriana A. Rahardjo - Deputy Managing Director —Pharma Consumer Health Tempo Scan menambahkan, "Tempo Scan terus berusaha menghadirkan produk berkualitas demi mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan berprestasi. Saat ini faktanya lebih dan 50% anak-anak Indonesia yang mengkonsumsi susu belum mendapatkan susu pertumbuhan anak dengan Nutrisi yang tepat karena anak-anak tersebut berasal dari keluarga Indonesia yang berkemampuan ekonomi Iemah".

"Harapan kami, dengan kehadiran vidoran My BABY dan vidoran Xmart yang terbagi dalam dua kategori usia yaitu vidoran Xmart 3 untuk usia 1-3 tahun dan vidoran Xmart 4 untuk umur 3-6 tahun dapat meningkatkan jumlah anak-anak Indonesia yang bisa mendapatkan asupan nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan masa depan mereka", demikian penjelasan dari Adriana A. Rahardjo.

Tentang PT. Tempo Scan Pacific, Tbk.

PT. Tempo Scan Pacific, Tbk. merupakan bagian dan kelompok usaha swasta nasional Grup Tempo Scan yang memulai kegiatan usahanya sejak 3 November 1953 atau 60 tahun yang lalu. PT Tempo Scan Pacific Tbk (Pharma Consumer Health Group) mengkhususkan diri dalam menyediakan obat-obatan yang berkhasiat, aman serta terjangkau yang tersedia di seluruh apotik. Beberapa merek unggulan dari TSP-PCH adalah bodrex, bodrexin untuk anak, NEOrheumacyl, Oskadon, serta hemaviton multivitamin untuk dewasa.

Tempo Scan juga mengenal kebutuhan bayi dan anak-anak Indonesia dengan rangkaian produk perawatan bayi merk My Baby (My Baby Powder, My Baby Minyak Telon Plus, My Baby Shampoo, My Baby Bar Soap,dan My Baby Softener) yang telah diproduksi dan dipasarkan sejak 29 tahun yang IaIu.

Merek vidoran sendiri telah hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan berkontribusi dalam membantu meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Indonesia dengan menyediakan rangkaian lengkap produk multivitamin anak antara lain: vidoran Smart, vidoran Guard, vidoran Grow, vidoran Total Care, vidoran Plus, vidoran gummy.

Tempo Scan juga dikenal melalui berbagai kegiatan kepedulian sosial yang dilaksanakan oleh CSR Center — Tempo Scan yaitu antara lain Program Sosial Indonesia Tersenyum (PSIT) yang sejak tahun 2007 telah memberikan bantuan tindakan operasi untuk 1.503 balita dan anak-anak penderita kelainan bawaan di seluruh Indonesia.

Artikel Sebelumnya