Kejujuran adalah Kunci

25 November 2013

ORANG lebih mengenal PT Tempo Scan Pacific Tbk atau The Tempo Group melalui produk-produknya. Sejak bayi hingga dewasa bahkan berusia senja, mereka sangat boleh jadi pernah menggunakan produk perusahaan yang memiliki ribuan karyawan. The Tempo Group lebih dikenal melalui Bodrexin, Bodrex, dan Neo Rheumacyl.

Tanpa banyak diketahui publik, perusahaan ini telah berusia 60 tahun pada 3 November lalu. Sejak didirikan, perusahaan ini telah jatuh bangun. Pengalaman yang memberi banyak makna pada perusahaan ini adalah krisis 1998. Saat itu The Tempo Group berutang tanpa jaminan pada sindikasi bank. Bila hendak mengemplang atau curang maka sangatlah mudah. Namun hal itu tak dilakukan. Mereka menemui kreditor dan menyelesaikannya. Perusahaan ini merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menyelesaikan utang dalam bentuk dollar Amerika Serikat setelah krisis. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai perusahaan itu, berikut wawancara Kompas dengan Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk Handojo Selamet Muljadi.

Apa makna usia 60 tahun perusahaan ini bagi Anda?

Bisa mencapai usia 60 tahun merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Sebuah perusahaan yang tumbuh dan berkembang selama enam dekade. Tidak banyak perusahaan yang berusia sampai 60 tahun di negeri ini. Kami berdiri delapan tahun setelah republik ini berdiri. Kami bangga karena pertumbuhan kami tercapai berkat kerja keras. Selama ini kami tidak memperoleh fasilitas apa pun. Semua dari kucuran keringat karyawan.

Apa yang menyebabkan perusahaan ini bertahan sampai sekarang?

Kami melakukan curah pendapat menjelang perayaan 60 tahun. Apa kita akan melakukan perayaan di hotel mewah? Saya putuskan tidak demikian untuk merayakan 60 tahun ini. Kami mawas diri dengan mencari kunci keberhasilan perusahaan ini. Kunci itu adalah kami setia pada nilai-niali dasar perusahaan. Nilai dasar itu antara lain kejujuran, kerja keras, dan kesetaraan. Semua agama mengajarkan kejujuran. Tak ada yang langgeng tanpa kerja keras. Kami membuka seluas-luasnya untuk putra-putri Indonesia berkarier di The Tempo Group tanpa membedakan suku, agama, ras, dan kepercayaan. Untuk kesetaraan ini setidaknya 12 dari delapan direksi adalah perempuan. Kami menyebutnya srikandi-srikandi The Tempo Group.

Bagaimana Tempo Group melihat masa depan?

Saya ini dirigen. Saya akan jaga konsistensi nilai-nilai utama perusahaan itu. Kalau nilai-nilai itu bisa dipertahankan maka saya yakin The Tempo Group akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Di tengah arus produk- produk global saya yakin produk-produk Tempo Group masih menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tadi Anda menyebut nilai kejujuran. Kejujuran seperti apa yang diterapkan di perusahaan Anda?

Kita kilas balik ke krisis ekonomi 1998 yang disertai dengan krisis politik. Banyak perusahaan yang tidak siap menghadapi kejadian itu. Ada sebuah kejadian yang merupakan batu ujian untuk membuktikan itikad baik kami. Saat itu kami terjerat utang dengan mata uang asing. Kami memiliki utang dalam bentuk dollar AS yang tanpa jaminan aset perusahaan serta pribadi. Ini utang yang tanpa jaminan dari sindikasi bank internasional pada 1997, hanya murni kepercayaan dari para kreditor itu. Saat penegakan hukum tak tentu, saya bisa saja lari dari kewajiban ini. Namun kami tidak lari. Kami berhasil menyelesaikan utang pada tahun 1999. Puji Tuhan pada tahun itu kami lunasi utang-utang itu. Kami menjaga reputasi, kami ingin membuktikan kepercayaan yang diberikan ke kami. Kenapa kami lunasi? Saya ingin menjaga kepercayaan itu dan ternyata pilihan saya itu benar. Dengan keputusan itu, kami adalah perusahaan pertama di Indonesia yang melunasi utang-utangnya. Semua ini murni karena kejujuran dan kerja keras dengan dukungan karyawan. Waktu itu memang ada karyawan yang mengundurkan diri karena situasi krisis. Akan tetapi dengan karyawan yang ada, kami melunasi utang itu.

Bagaimana Anda menginternalisasi nilai-niali kejujuran itu?

Sosialisasi nilai kejujuran adalah dengan memberi contoh, seperti dalam kasus utang itu, maka kami memberi contoh bahwa utang harus dibayar. Di sini kami bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme. Saya menerapkan kebijakan, hampir tidak ada keluarga yang mempunyai hubungan bisnis dengan The Tempo Group. Kami pegang teguh prinsip tata kelola yang baik. Di samping itu saya mengingatkan kepada semua karyawan, pendapatan cukup atau tidak cukup itu relatif. Di bidang pembelian, karyawan dilarang menerima gratifikasi. Pembelian bahan-bahan harus berdasarkan pertimbangan kualitas, spesifikasi, dan harga.

Keluarga bisa menerima dengan kebijakan itu?

Kita harus berani bertanggung jawab. Ada risiko dengan keputusan itu. Bisa repot kalau saya tidak konsisten. Saya siap dengan kritik dari keluarga. Ada anggota keluarga yang marah dengan kebijakan itu, ini sebuah risiko. Dengan demikian saya tidak susah untuk menerapkan kebijakan ini.

Banyak produk The Tempo Group yang dikenal di masyarakat, apa perasaan Anda?

Saya sering jalan-jalan ke sejumlah daerah dan menemukan banyak orang menggunakan produk kami. Perasaan saya senang. Orang Indonesia percaya menggunakan produk dalam negeri. Dari sisi volume penjualan Brodex nomor satu. Gempuran kompetitor sangat deras, tetapi Bodrex menjadi pemimpin pasar. Saya berterima kasih kepada rakyat Indonesia. Ini merupakan produk nasional yang diformulasikan oleh puta-putri Indonesia.

Tanggung jawab sosial perusahaan Anda sangat unik. Bisa dijelaskan?

Saya telah mempelajari bentuk-bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Bentuk yang ada semisal pembagian sembako, membangun jembatan, atau membangun tempat ibadah. Namun saya bertanya apa tolok ukur keberhasilannya? Kalau tidak ada visi dan misi maka tolok ukurnya tidak jelas. Kemudian saya melihat anak-anak prasejahtera yang lahir tanpa anggota badan yang lengkap atau cacat bawaan. Kami kemudian mencetuskan Indonesia Tersenyum. Program ini membantu anak balita dan anak dengan cacat bawaan. Kami melakukan tindakan operasi.

 

Sumber: HARIAN KOMPAS

Senin, 25 November 2013

Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya